as written on; Friday, April 24, 2009

2:39 AM | 0 comments

Another Day — 1

Eaaa~ =)) Reuni dadakan lagi yang kini diadakan di Three Broomstick. Ah, many thanks buat Mizu yang udah bikin thread ini sehingga akhirnya gw ada kerjaan juga (baca: ngerepp as Flave yang notabene adalah siswa PPS 1980) dan melupakan sejenak dua anak yang nyangsang di tahun pertama. Haha.. *digapruk*



Apa kabarnya Hogwarts sekarang ya? Masih baik-baik saja seperti dulukah?

Segala macam pertanyaan mengenai Hogwarts beserta seluruh keajaiban yang termasuk didalamnya langsung mendadak muncul di benak Flave. Jujur, Flave kangen dengan Hogwarts. Ah iya, sampai lupa. Sekarang musim dingin, dan biasanya murid-murid kelas tiga keatas selalu mengunjungi Hogsmeade, desa penyihir yang terkenal itu. Kenapa ia tidak kesana saja sekarang? Beruntunglah Flave yang sudah lulus, kini bisa memanfaatkan kemampuannya untuk berapparate kesana kemari—ke beberapa tempat tertentu. Gila saja kalau kau berapparate ke tempat umum yang dikunjungi banyak Muggle, dan kau penyihir sendirian? Tindakan yang keterlaluan itu namanya.

POP!

"Jangan lupa titipkan pesanku pada—eh?" suara Anno masih terngiang-ngiang di telinganya, seperti seekor nyamuk yang mendengung persis di telinganya, mengganggu pendengaran saja. Flave sudah tahu kok apa yang akan ia katakan selanjutnya. Euh, dasar kakaknya sekarang mulai berkelakuan manja pada adiknya sendiri. Maklum sajalah,orang yang dilanda mabuk asmara—kata-kata macam apa pula itu?

*****
High Street, Hogsmeade.

Rasa-rasanya Hogsmeade tidak pernah sesepi ini. Sejauh yang Flave tahu, tempat ini biasanya ramai oleh anak-anak Hogwarts kelas tiga keatas untuk mengikuti kunjungan ke desa ini. Apa mungkin karena takut terjadinya penyerangan tiba-tiba dari antek Dia-yang-tidak-boleh-disebut-namanya yang menamakan dirinya Pelahap Maut—kenapa tidak ada Pelahap Hidup saja? Kalau Flave sih ya pelahap makanan; ah meracau saja kau, Flave. Oke, kembali ke permasalahan. Flave yang kini mulai melepaskan tudung capuchon biru tuanya—kalau dilihat dari jauh seperti warna hitam, hanya membisu melihat situasi kondisi tempat tersebut. Iris coklatnya—dengan mudahnya—menangkap apa yang ia lihat. Sepi, seriusan. Jejak langkah kaki yang hanya beberapa sangat terlihat, padahal hari itu tidak bersalju. Atau barusan bersalju, tapi saat Flave datang tidak bersalju lagi?

Let's go around the world Hogsmeade!

The Three Broomstick. Jujur, sepertinya sekalipun ia belum berkunjung kesana. Ah payahnya Flave ini, betul tidak? Sering ke Hogsmeade tetapi belum pernah sekalipun mengunjungi tempat minum paling nyaman tersebut. Ah ya, berterima kasihlah kepada Madam Rosmerta—empunya tempat tersebut, barangkali—yang membuat suasana tempat itu bisa dibilang sangat nyaman oleh beberapa orang yang pernah kesana.

Masuk saja, Flave, dan nikmati sendiri kenyamanan yang ditawarkan The Three Broomstick.

Dentingan lonceng terdengar mendengung di telinganya. Ya Tuhan, apa ini memang bunyinya seperti itu, atau telinga Flave yang sedang mengalami kelainan kecil? Entahlah, yang jelas nanti bisa diatasi dengan sendirinya. Sama sepinya dengan keadaan di luar sana. Hanya saja ada beberapa pengunjung yang datang kesitu. Flave jadi berpikir, apakah mulai tahun ini tidak akan ada lagi kunjungan ke Hogsmeade? Sayang sekali padahal, Flave ingin sekali bereuni lagi dengan anak-anak musang. Haha.. Terutama—Flave yakin semua musang juga sangat ingin bertemu dengan remaja tersebut—Balin Al-Kazaf, pemimpin Bayi Musang—Bamus—yang merangkap Prefek dan Kapten Quidditch. Hahaha.. Memang kebanggaan Hufflepuff sih dia itu.

"Kok—kayaknya kenal kamu, deh? Hoh? Halo Paman Dumbledore... rambut Anda kenapa jadi hitam begini? Pakai obat anti-keriput darima—na?"

Eh? Jadi Dumbledore ada disini juga? Terlebih lagi, kepala sekolah itu mulai menyemir rambutnya?

"Apa yang kau lakukan—Miss Kurata? dan kau Miss Winterfield?? kenapa kalian disini?"

Err—reuni kecil-kecilan lagi seperti yang terjadi di Diagon Alley tahun lalu? Penasaran, ia segera ikut dalam kerubungan orang tersebut. Hey, itu.. Mizu, senior Naoko, senior Evania, senior Arzu, dan Madam Poppy. Ah senangnya bisa bertemu mereka lagi. "Hai semua," —ia tersenyum ramah ketika ia bergabung dengan kerubungan tersebut, sangat Huffle sekali— "reuni kecil-kecilan—lagi?" tanyanya penasaran.

Setidaknya disini tidak membuat Counterphobianya muncul lagi. Haha..

Labels: , ,

flavarel montéz's theme song


introduction

Flavarel Allesha Montéz
— Hufflepuff, 1980 Magic Training Center Student —
Madrid, October 19th, 1961. 19 years old
Halfblood, AB blood type. 178 cm / 58 kg
Hufflepuff-ish, loves her necklaces, hates darkness
| Visualization: Vanessa Anne Hudgens |


disclaimer
semua yang ditulis disini hanyalah sebagai pengembang dari chara flavarel montez yang dimainkan di indohogwarts.
hanya fiktif belaka dan tidak akan ada eksistensinya di dunia nyata.
kalaupun memiliki kesamaan nama, tempat, dan lain-lainnya, itu semua hanya kebetulan.

links
the other blog in-chara
aneela stefania davidson
duske, janette, and diaconu
haruhi kumayuki
inez allegria hameline
mizuhime winterfield
nathan k. harvarth
rigel du noir
satoshi takayama
steinhart and gladstone
yuka ueda
yusuke sawada
the rpg forum
indohogwarts
the puppet mistress
dhilla's blog
the designer
designer's portfolio

archives