as written on; Wednesday, April 29, 2009

7:19 AM | 0 comments

Feliz Navidad!

25 Desember 1980. Siang.

"Hmm.. Not bad, actually. Masakan buatanmu oke kok," pujian itu langsung terlontar dari bibir seorang laki-laki bernama Flavanno Alesando Montez ketika ia mencicipi sedikit masakan yang baru saja dibuat oleh adiknya, Flavarel Allesha Montez. Ahaha.. Ternyata Flave berbakat juga menjadi seorang juru masak. Padahal biasanya, Flave yang bersemangat mengajak Anno untuk makan diluar alih-alih memasak sendiri di rumah. Yeah, khusus Natal kali ini sih sebenarnya, ia memasak Payaya—yang biasanya terdiri dari nasi, sea food, dan daging ayam. Resepnya sendiri sih baru dikirim oleh Mom yang ternyata sudah pulang terlebih dahulu ke Spanyol. Ah, aneh rasanya tinggal berdua bersama kakak yang secara tampang agak jauh. Hahaha.. Bercanda kok. Apa rasanya seperti tinggal dengan suami sendiri ya?

Jauh amat kau memikirkan soal itu, Flavarel.

"Thanks," jawabannya simple, bukan? Well, bukannya Flave sedang irit bicara sih sebetulnya, hanya saja—apa lagi yang bisa ia katakan selain 'terima kasih' atas pujian yang diberikan kakaknya itu? Coba saja kalau kau menjawabnya dengan, 'pergi sana, aku sudah tidak sudi melihatmu lagi!'—itu kurang ajar namanya, tahu. Matanya mengerjap pelan dan menilik kearah kakaknya yang kini mulai usil mengambil satu sendok payaya yang sebetulnya belum disajikan itu. "Hoy! Tunggu dulu sambil menonton televisi, apa susahnya sih?" ujarnya dengan nada mezzosopran yang sedikit meninggi sambil menepuk pergelangan lengan atas Anno dengan agak kencang. Tahu rasa kalau merasa sedikit sakit, usil begitu. Dan lagi-lagi kakaknya hanya pasang cengiran lebar yang—rasanya—mengundang Flave untuk menabok pipinya.

Bukan menampartampar sama tabok itu beda.

...

Apa barangkali sama ya?

"Voy a obedecer lo que dices, querida1," balasnya dengan nada jahil sambil mengecup pipi kirinya. Ah dasar! Sumpah, rasanya ia ingin menabok pipinya sekali saja. But—err—that remind herself to a visit to the Three Broomstick some time ago, dimana ia mencium pipi kanan Kevin. Bisakah itu dianggap ciuman persahabatan? Tetapi—yeah—he called Flave as a 'darling', do you know that? And that means, laki-laki itu menganggapnya bahkan lebih dari sekedar sahabat. What else, if not a girlfriend?



"Té extrańo, Querido."
"—I miss you too, Dear."*



Ia butuh bicara hanya empat mata dengan Winchester.

*****
"Oh, hey, kemarin aku baru saja bertemu dengan teman lamaku. Kau tahu si Escàrcega yang tomboy itu kan? Ah, tujuh tahun lamanya aku tidak bertemu dengannya, dia malah kelihatan tambah cantik, seriously. Rasanya—"

"Sang-hee mau dikemanakan, mi querido hermano2?" tanyanya penasaran setelah ia menyuapi dirinya dengan satu sendok makan nasi dan daging ayam yang baru saja ia masak—beberapa menit yang lalu. Kalau dilihat-lihat, ia memasak dengan porsi tiga orang. Oh, biasalah, terkadang lelaki suka makan lebih banyak ketimbang perempuan. Ahaha.. Sengaja ia potong mengenai cerita Anno tentang kemarin ketika ia pergi ke Starbucks karena—yeah—you know what. Anno sempat naksir Sang-hee—yang notabene sahabatnya dari asrama Gryffindor—dan kini mulai berpaling ke Savana Escàrcega? Ckckck.. Dasar mata keranjang. Sekalinya yang tidak diharapkan mendatanginya, langsung berpaling ke yang lain. Ada-ada saja. "Kau bilang kau lebih menyukai gadis Asia, bagaimana sih?" Flave langsung pura-pura memasang tampang mencurigakan pada Anno. "Tapi siapa yang tahu juga kalau dia juga memiliki tampang yang lumayan? Selama tujuh tahun aku tidak bertemu dengannya semenjak lulus dari Hogwarts. Dios, terlebih lagi dia juga berasal dari Spanyol. So, bisa jadi memiliki kesukaan yang sama, rite?"



"—Lelaki itu, kalau sudah menemukan orang yang cocok dengannya, bisa jadi kalau menceritakannya kau akan menganggapnya cerewet."


Terima kasih untuk Sierra McKannon atas teorinya, kalau begitu. Hahaha..

"Lo que cada vez que usted dice, mi hermano3," ujarnya sambil menyantap kembali Payaya buatannya. Mubazir kalau tidak dinikmati. Terlebih lagi hari ini adalah hari natal. Meskipun hanya dinikmati berdua saja—uh well, natal bersama kakak yang menyebalkan rasanya menyenangkan juga, by the way—setidaknya ada makna yang terselip didalamnya, rite? Kekeluargaan, sangat dipegang teguh oleh keluarga Montez.

¡Feliz Navidad!4

————————————————————————
OoC:
1I will obey what you say, dear.
2my dearest brother
3Whatever you say, my brother.
4Merry Christmas!
*from Another Day thread.

Labels: , , ,

flavarel montéz's theme song


introduction

Flavarel Allesha Montéz
— Hufflepuff, 1980 Magic Training Center Student —
Madrid, October 19th, 1961. 19 years old
Halfblood, AB blood type. 178 cm / 58 kg
Hufflepuff-ish, loves her necklaces, hates darkness
| Visualization: Vanessa Anne Hudgens |


disclaimer
semua yang ditulis disini hanyalah sebagai pengembang dari chara flavarel montez yang dimainkan di indohogwarts.
hanya fiktif belaka dan tidak akan ada eksistensinya di dunia nyata.
kalaupun memiliki kesamaan nama, tempat, dan lain-lainnya, itu semua hanya kebetulan.

links
the other blog in-chara
aneela stefania davidson
duske, janette, and diaconu
haruhi kumayuki
inez allegria hameline
mizuhime winterfield
nathan k. harvarth
rigel du noir
satoshi takayama
steinhart and gladstone
yuka ueda
yusuke sawada
the rpg forum
indohogwarts
the puppet mistress
dhilla's blog
the designer
designer's portfolio

archives