as written on; Friday, April 24, 2009
2:36 AM | 0 comments
Hello, You Found Me — 2
Jadi, apa yang akan dia lakukan disini?
Tidak ada.
...
Tidak ada. Lagipula untuk apa dia datang kesini? Menunggu Winchester datang mengagetkannya dan kemudian mengecup keningnya, yang pada akhirnya pertemuan itu berubah menjadi sebuah kencan, sepertinya bukan hal yang mungkin ia lakukan pada saat itu. Dan bisa dibilang, ia akan sangat ge-er kalo memang itulah yang terjadi dalam beberapa detik nanti. Matanya masih terpaku pada Albert Memorial. Menatapnya dengan tatapan kosong, pikirannya pergi ke lain tujuan. Padahal kenapa tadi dia tidak ikut dengan Anno saja, pergi ke cafetaria dekat Diana Memorial Playground dan menikmati udara siang menjelang sore bersama kakaknya sambil barangkali menyeruput teh kesukaannya. Yeah, kadang otaknya tidak bisa diajak berkompromi seperti itu. So, jangan salahkan Flave.
"Hi..." sapa seseorang. Suaranya terdengar familiar, tapi sebetulnya ia tidak yakin kalau ia sangat mengenal suara itu. But, hey, suara itu mirip seperti.. "Kev—" okay, ia sangat mengharapkan orang itu datang; terlanjur kangen. "—senior Alfa?" volume suaranya sedikit diperbesar. Tidak ia sangka kalau seniornya akan berkunjung kesini juga. Diluar dugaan; sangat. Seorang dari beberapa senior Hufflepuff yang jarang sekali ia temui, sejak dirinya bertemu dengan senior Alfa di—err, dia lupa. Barangkali waktu pesta awal tahun ajaran sehabis ia mengikuti seleksi asrama yangditayangkan secara live dihadapan semua murid-murid Hogwarts. Seperti seseorang yang sedang diadili di sebuah kantor pengadilan atau apapun itu namanya.. Oh, maaf saja kalau berlebihan. "Apa kabar, emm—Senior?" basa-basi yang basi.
Wajar kan menanyakan kabar kepada orang yang sepertinya sudah sangat jarang ia temui itu?
Yeah, tapi basi.
Untuk membuka topik, bukan masalah kan? Lagipula, buat apa juga langsung menanyakan tentang para antek Dia-yang-lebih-baik-tidak-usah-punya-nama-deh (versi Flave) yang sedang—berjaya?
...
Flave wins the competitions. Bahkan pertanyaan seputar itupun tidak pernah terlintas dalam pikirannya sama sekali. Serius. Matanya yang sedari tadi berputar tidak jelas—yang barangkali menyebabkan senior Alfa menganggap Flave mengidap penyakit mata yang kritis sehingga membutuhkan perawatan dari dokter yang berpengalaman barangkali selama satu abad (berlebihan, lagi)—kini hanya mengerling sebentar pada orang yang sedang duduk di bangku panjang yang berjarak.. Dekat lah. Perlu diberitahu secara spesifik berapa jarak antara dirinya dengan bangku tersebut? Ribet. Oke, kembali membahas orang itu. Yeah, orang itu yang sedang duduk di sebuah bangku panjang yang tidak Flave sadari sebelumnya sambil melihat sebuah buku—kalau di Hogwarts, barangkali inilah tipe anak Ravenclaw—dan langsung menegakkan kepalanya.
Satu orang lagi yang ia kenal di Hogwarts. "Bernadette?"
Sok kenal sok dekat—
—dan satu lagi—
—Flave bagaikan perawan di sarang penyamun.
Tidak ada.
...
Tidak ada. Lagipula untuk apa dia datang kesini? Menunggu Winchester datang mengagetkannya dan kemudian mengecup keningnya, yang pada akhirnya pertemuan itu berubah menjadi sebuah kencan, sepertinya bukan hal yang mungkin ia lakukan pada saat itu. Dan bisa dibilang, ia akan sangat ge-er kalo memang itulah yang terjadi dalam beberapa detik nanti. Matanya masih terpaku pada Albert Memorial. Menatapnya dengan tatapan kosong, pikirannya pergi ke lain tujuan. Padahal kenapa tadi dia tidak ikut dengan Anno saja, pergi ke cafetaria dekat Diana Memorial Playground dan menikmati udara siang menjelang sore bersama kakaknya sambil barangkali menyeruput teh kesukaannya. Yeah, kadang otaknya tidak bisa diajak berkompromi seperti itu. So, jangan salahkan Flave.
"Hi..." sapa seseorang. Suaranya terdengar familiar, tapi sebetulnya ia tidak yakin kalau ia sangat mengenal suara itu. But, hey, suara itu mirip seperti.. "Kev—" okay, ia sangat mengharapkan orang itu datang; terlanjur kangen. "—senior Alfa?" volume suaranya sedikit diperbesar. Tidak ia sangka kalau seniornya akan berkunjung kesini juga. Diluar dugaan; sangat. Seorang dari beberapa senior Hufflepuff yang jarang sekali ia temui, sejak dirinya bertemu dengan senior Alfa di—err, dia lupa. Barangkali waktu pesta awal tahun ajaran sehabis ia mengikuti seleksi asrama yangditayangkan secara live dihadapan semua murid-murid Hogwarts. Seperti seseorang yang sedang diadili di sebuah kantor pengadilan atau apapun itu namanya.. Oh, maaf saja kalau berlebihan. "Apa kabar, emm—Senior?" basa-basi yang basi.
Wajar kan menanyakan kabar kepada orang yang sepertinya sudah sangat jarang ia temui itu?
Yeah, tapi basi.
Untuk membuka topik, bukan masalah kan? Lagipula, buat apa juga langsung menanyakan tentang para antek Dia-yang-lebih-baik-tidak-usah-punya-nama-deh (versi Flave) yang sedang—berjaya?
...
Flave wins the competitions. Bahkan pertanyaan seputar itupun tidak pernah terlintas dalam pikirannya sama sekali. Serius. Matanya yang sedari tadi berputar tidak jelas—yang barangkali menyebabkan senior Alfa menganggap Flave mengidap penyakit mata yang kritis sehingga membutuhkan perawatan dari dokter yang berpengalaman barangkali selama satu abad (berlebihan, lagi)—kini hanya mengerling sebentar pada orang yang sedang duduk di bangku panjang yang berjarak.. Dekat lah. Perlu diberitahu secara spesifik berapa jarak antara dirinya dengan bangku tersebut? Ribet. Oke, kembali membahas orang itu. Yeah, orang itu yang sedang duduk di sebuah bangku panjang yang tidak Flave sadari sebelumnya sambil melihat sebuah buku—kalau di Hogwarts, barangkali inilah tipe anak Ravenclaw—dan langsung menegakkan kepalanya.
Satu orang lagi yang ia kenal di Hogwarts. "Bernadette?"
Sok kenal sok dekat—
—dan satu lagi—
—Flave bagaikan perawan di sarang penyamun.
Labels: flave, graduated from hogwarts, little reunion