as written on; Friday, April 3, 2009
6:38 PM | 0 comments
We're All In This Together – 2
Flave masih ingat ketika dirinya tersandung sesuatu sehingga membuat kakinya sedikit luka. Yeah, ia masih agak sedikit geli mengingat masa lalunya disini. Err—apalagi yah? Flave lupa—ya memang lah. Flave sudah berumur hampir delapan belas tahun dan kejadian itupun terjadi di tahun pertamanya—waktu Flave masih sebelas tahun—jadinya ia tidak terlalu mengingat banyak. Orang-orang disekitarnya pun meliriknya dengan tatapan ‘awas, disini ada orang gila berkeliaran’ dan Flave tak terlalu peduli akan hal itu. Untung saja Flave tidak tertawa gegulingan disini—bisa-bisa ia langsung dibawa ke St. Mungo.
Dan—for your information—ia bahkan jadi lupa tujuannya kesini. Kenangan-kenangan semasa tahun pertamanya begitu terasa memenuhi pikirannya kali ini. Berkenalan dan segala macam kejadian setelahnya membuat Flave ingin kembali ke—kalau tidak salah—enam tahun yang lalu. Dimana anak-anak seangkatannya—meskipun tidak semuanya sih—berkumpul dan berkenalan satu sama lain.
"FLAVAREL MONTEZ! HAI!"
Seseorang menyapanya dengan suara yang agak sedikit kencang. Lorainne Ziegmowit—yang biasa dipanggil Lulu. “Hei Lulu!!” balasnya dengan agak bersemangat. Kapan lagi bisa bertemu dengannya selain di kastil Hogwarts—terlebih dijalanan yang padat dengan penyihir ini—dan kegelian sendiri mengingat masa lalu yang begitu ceria, hm? "Sedang apa di sini? Menunggu orang?" tanyanya. Kalau tidak salah ia terakhir melihat batang hidung Lulu waktu kelas PTIH. Lulu berpasangan dengan Stan—laki-laki yang kalau tidak salah pernah ia kenal disini juga—dan mereka berdua tampak sangat dekat. “Err—tidak kok. Aku kesini untuk membeli beberapa bu—”
“Flave, Lulu. Kabar baik?”
"Hi, all! Aku ikutan yaa.. Jarang-jarang kan kita berkumpul seperti ini."
“—ku. Hai Mizu! Hai Natt!” sapanya ramah. Yeah, datang lagi teman satu angkatannya—dan satu asrama pula!—dan siapa sangka pertemuan yang tidak terduga namun menyenangkan ini membuat jalanan Diagon Alley benar-benar penuh oleh kumpulan manusia! “Kabar baik dan yeah—sepertinya kita memang jarang berkumpul seperti ini,” ujarnya mengaku. Kalau tidak salah, terakhir kali ia berkumpul dengan teman seangkatannya hanya saat di kastil—di menara astronomi tepatnya—di tahun kelimanya. Lebih mengesankan lagi, mereka—termasuk Flave—berkumpul disaat matahari terbenam. Udara musim dingin malah membuat pertemuan itu menjadi semakin hangat. Nah, sekarang siapa lagi yang akan datang?
“Hey—aku ada permintaan—itupun jika kalian tidak keberatan, tapi aku berharap kalian tidak keberatan. Karena aku tahu kalian pasti tidak keberatan.” Francis MacManus! Laki-laki yang seasrama dengannya itu sudah lama tidak muncul! Dan apa tadi katanya? Ingin berteman? Nah lho—memangnya dia pikir selama ini dia tidak punya teman? “Maksudku, aku hanya ingin menikmati tahun terakhir kita di Hogwarts. Hanya itu. Kalian jarang sekali bertemu denganku—” lanjutnya yang langsung disambung lagi. Ngomong-ngomong soal tahun terakhir, Flave jadi berniat mengadakan reunian lagi di kastil nanti. Tapi, entahlah. Apakah mereka juga mau mengadakannya? Kemudian, satu hal yang membuat Flave sedikit tersentak adalah—ia mengenalkan diri lagi.. “Kau sudah tahu namaku, kan?” ujarnya dengan sedikit terkekeh.
Ayo yang lainnya, datang lagi!
“Sorry kalau aku terjatuh! Hai Lulu, Montez, Winterfield, ehmmm... Macmanus?!” sapa seseorang. Suaranya cempreng—dugaannya benar juga—milik Clara Flitchley yang centil minta ampun itu. “Hai juga Clara..” kini Flave menyapanya dengan sedikit enggan. Err—entahlah. "Hai, senang melihat kalian semua disini baik-baik saja," kemudian seseorang merangkul pundaknya. Yeay! Cheezta juga ada disini! “Hai juga Chee! Yeah, kapan lagi bisa berkumpul disini, eh?” ujarnya setengah bercanda. Ingin rasanya menoyor kepala teman sekamarnya itu sekarang.
Ngomong-ngomong lagi, kemana Kevin?
Dan—for your information—ia bahkan jadi lupa tujuannya kesini. Kenangan-kenangan semasa tahun pertamanya begitu terasa memenuhi pikirannya kali ini. Berkenalan dan segala macam kejadian setelahnya membuat Flave ingin kembali ke—kalau tidak salah—enam tahun yang lalu. Dimana anak-anak seangkatannya—meskipun tidak semuanya sih—berkumpul dan berkenalan satu sama lain.
"FLAVAREL MONTEZ! HAI!"
Seseorang menyapanya dengan suara yang agak sedikit kencang. Lorainne Ziegmowit—yang biasa dipanggil Lulu. “Hei Lulu!!” balasnya dengan agak bersemangat. Kapan lagi bisa bertemu dengannya selain di kastil Hogwarts—terlebih dijalanan yang padat dengan penyihir ini—dan kegelian sendiri mengingat masa lalu yang begitu ceria, hm? "Sedang apa di sini? Menunggu orang?" tanyanya. Kalau tidak salah ia terakhir melihat batang hidung Lulu waktu kelas PTIH. Lulu berpasangan dengan Stan—laki-laki yang kalau tidak salah pernah ia kenal disini juga—dan mereka berdua tampak sangat dekat. “Err—tidak kok. Aku kesini untuk membeli beberapa bu—”
“Flave, Lulu. Kabar baik?”
"Hi, all! Aku ikutan yaa.. Jarang-jarang kan kita berkumpul seperti ini."
“—ku. Hai Mizu! Hai Natt!” sapanya ramah. Yeah, datang lagi teman satu angkatannya—dan satu asrama pula!—dan siapa sangka pertemuan yang tidak terduga namun menyenangkan ini membuat jalanan Diagon Alley benar-benar penuh oleh kumpulan manusia! “Kabar baik dan yeah—sepertinya kita memang jarang berkumpul seperti ini,” ujarnya mengaku. Kalau tidak salah, terakhir kali ia berkumpul dengan teman seangkatannya hanya saat di kastil—di menara astronomi tepatnya—di tahun kelimanya. Lebih mengesankan lagi, mereka—termasuk Flave—berkumpul disaat matahari terbenam. Udara musim dingin malah membuat pertemuan itu menjadi semakin hangat. Nah, sekarang siapa lagi yang akan datang?
“Hey—aku ada permintaan—itupun jika kalian tidak keberatan, tapi aku berharap kalian tidak keberatan. Karena aku tahu kalian pasti tidak keberatan.” Francis MacManus! Laki-laki yang seasrama dengannya itu sudah lama tidak muncul! Dan apa tadi katanya? Ingin berteman? Nah lho—memangnya dia pikir selama ini dia tidak punya teman? “Maksudku, aku hanya ingin menikmati tahun terakhir kita di Hogwarts. Hanya itu. Kalian jarang sekali bertemu denganku—” lanjutnya yang langsung disambung lagi. Ngomong-ngomong soal tahun terakhir, Flave jadi berniat mengadakan reunian lagi di kastil nanti. Tapi, entahlah. Apakah mereka juga mau mengadakannya? Kemudian, satu hal yang membuat Flave sedikit tersentak adalah—ia mengenalkan diri lagi.. “Kau sudah tahu namaku, kan?” ujarnya dengan sedikit terkekeh.
Ayo yang lainnya, datang lagi!
“Sorry kalau aku terjatuh! Hai Lulu, Montez, Winterfield, ehmmm... Macmanus?!” sapa seseorang. Suaranya cempreng—dugaannya benar juga—milik Clara Flitchley yang centil minta ampun itu. “Hai juga Clara..” kini Flave menyapanya dengan sedikit enggan. Err—entahlah. "Hai, senang melihat kalian semua disini baik-baik saja," kemudian seseorang merangkul pundaknya. Yeay! Cheezta juga ada disini! “Hai juga Chee! Yeah, kapan lagi bisa berkumpul disini, eh?” ujarnya setengah bercanda. Ingin rasanya menoyor kepala teman sekamarnya itu sekarang.
Ngomong-ngomong lagi, kemana Kevin?