as written on; Friday, April 3, 2009
6:40 PM | 0 comments
We're All In This Together – 3
“Haha.. Memang betul sih apa kata Lulu dan Mizu. Dan padahal tadinya aku disini sendirian..” ujar Flave mengakui. Memang sih, harus diakui kalau reuni ‘dadakan’ seperti ini justru jauh lebih menyenangkan dibandingkan reuni yang biasa. Padahal kalau dipikir-pikir, tempat ini memang tempat nostalgia paling menyenangkan dari tempat manapun. Yeah, terlebih di tahun pertamanya berbelanja di Diagon Alley. Terlalu banyak kejadian menarik yang Flave dapatkan dimasa-masa itu. Saat perkenalan dijalanan seperti ini dan juga saat bertemu ketika sedang berbelanja. Ah, Flave lupa siapa anak pertama yang mengajaknya berkenalan. Hehe..
“Oh ya, kalau kau masih belum tahu juga namaku—” katanya dengan sedikit menggodai Francis. “—Flavarel Montez, Hufflepuff tahun ketujuh, dan kemungkinan sedang berstatus high quality jomblo,” katanya menahan ketawa sambil menjabat tangan Francis. Seperti kata Lulu tadi, mereka—dan juga termasuk Flave—sedang bermain ‘mengulang-perkenalan’ yang benar-benar semakin membuatnya ingin kembali ke masa lalu—saat Flave masih berstatus calon murid Hogwarts—dan kembali merasakan keceriaan yang dulu pernah terjadi. Dan ia semakin mengingat Nano yang—err—kau tahu sendiri lah. Ada disana. “Haha.. Yang terakhir tadi cuma bercanda kok.. Hahaha..” dan kini Flave tak bisa menahan ketawanya lebih lama.
Hei, ada Annabelle. Dan tadi katanya ia menabrak Lulu? Dios míos, makin banyak saja kejadian lucu yang terekam diotak Flave. “Hei Ann! Kemana saja?” ujarnya sedikit bersemangat. Bagaimana tidak bersemangat ketika kau bertemu dengan hampir seluruh teman-temanmu yang sudah lama tidak bertemu—yang palingan hanya bertemu pada saat tertentu, tidak seperti sekarang ini? Sama bersemangatnya dengan Lulu yang mengulang kembali perkenalannya. Flave hanya cekikikan sendiri melihatnya. Kemudian disusul dengan Mizu. Sumpah deh, Flave merasa jadi anak umur sebelas tahun lagi. Haruskah ia bilang sekarang kalau ini semua karena Francis yang membuat Flave serasa anak kecil lagi?
“Oke oke, sekarang giliranku, ya? Flavarel Montez, Hufflepuff tahun ketujuh, berstatus high quality jomblo, dan kalau berminat silahkan datangi aku ke ruang bawah tanah. Hahaha.. Salam kenal semua!” sekali lagi tawa Flave mulai meledak. Tidak terlalu meledak sekali sih. Tapi rasanya mungkin lebih dari senang saja.
“Oh ya, kalau kau masih belum tahu juga namaku—” katanya dengan sedikit menggodai Francis. “—Flavarel Montez, Hufflepuff tahun ketujuh, dan kemungkinan sedang berstatus high quality jomblo,” katanya menahan ketawa sambil menjabat tangan Francis. Seperti kata Lulu tadi, mereka—dan juga termasuk Flave—sedang bermain ‘mengulang-perkenalan’ yang benar-benar semakin membuatnya ingin kembali ke masa lalu—saat Flave masih berstatus calon murid Hogwarts—dan kembali merasakan keceriaan yang dulu pernah terjadi. Dan ia semakin mengingat Nano yang—err—kau tahu sendiri lah. Ada disana. “Haha.. Yang terakhir tadi cuma bercanda kok.. Hahaha..” dan kini Flave tak bisa menahan ketawanya lebih lama.
Hei, ada Annabelle. Dan tadi katanya ia menabrak Lulu? Dios míos, makin banyak saja kejadian lucu yang terekam diotak Flave. “Hei Ann! Kemana saja?” ujarnya sedikit bersemangat. Bagaimana tidak bersemangat ketika kau bertemu dengan hampir seluruh teman-temanmu yang sudah lama tidak bertemu—yang palingan hanya bertemu pada saat tertentu, tidak seperti sekarang ini? Sama bersemangatnya dengan Lulu yang mengulang kembali perkenalannya. Flave hanya cekikikan sendiri melihatnya. Kemudian disusul dengan Mizu. Sumpah deh, Flave merasa jadi anak umur sebelas tahun lagi. Haruskah ia bilang sekarang kalau ini semua karena Francis yang membuat Flave serasa anak kecil lagi?
“Oke oke, sekarang giliranku, ya? Flavarel Montez, Hufflepuff tahun ketujuh, berstatus high quality jomblo, dan kalau berminat silahkan datangi aku ke ruang bawah tanah. Hahaha.. Salam kenal semua!” sekali lagi tawa Flave mulai meledak. Tidak terlalu meledak sekali sih. Tapi rasanya mungkin lebih dari senang saja.