as written on; Friday, April 3, 2009
6:41 PM | 0 comments
We're All In This Together – 4
Kenapa baru sekarang kita dipertemukan?
Flave hanya mengangguk sepersekian detik—mengiyakan pernyataan Cheezta tadi. Status murid NEWT mungkin tidak akan terulang lagi—tapi entahlah untuk anak yang tinggal kelas. Semoga Flave lulus tahun ini dan menyongsong masa depan yang cerah—meskipun suatu saat bisa saja gelap. Kau tahu sendiri kan kalau You-Know-Who dikabarkan sedang berkeliaran kesana kemari? Oh ya, kita disini bukan untuk membahas bangkitnya You-Know-Who dan semua pengikutnya yang—kalian harus tetap waspada—mungkin saja ada di sekitar kita. Oke, ini malah jadi meracau begini.. Back to topic, berarti kalau sudah menyandang status murid NEWT—tahun depan kita semua sudah lulus kan? Mungkin tak ada lagi acara reunian seperti ini—
—Flave ingin seperti ini terus jadinya—
—berkumpul bersama di tempat yang tidak terduga.
Dan tawa Flave meledak lagi ketika mendengar Cheezta sedikit menggodanya. Ya ampun.. Lagipula, untuk apa yah Flave mengatakan statusnya sebagai high quality jomblo—daripada membicarakan status murid NEWT yang kesannya agak kaku begitulah—harusnya sih looking for a relationship atau mungkin love adventurer—jah, ini kenapa malah membicarakan status sih? Haha.. “Maklum, Chee. Aku ini kan limited edition—hahaha—bercanda kok!!” ujarnya menepuk pundak Chee. Inginnya sih sekalian menggetok kepalanya. Tapi, memangnya disini ada palu yang bisa dipakai untuk menggetok kepalanya? Sepersekian detik kemudian, satu orang lagi mulai menyapa dan sekaligus memperkenalkan diri.
“Kevin Winchester, Gryffindor tahun ketujuh—nice to meet you—all,”
Akhirnya datang juga! Sebenarnya Flave juga mengharapkan Kevin dan yang lainnya yang pernah berkenalan di tempat ini untuk datang kesini. “Tidak pernah sebagus ini, kau tahu?” ujar Flave meninju pergelangan lengan atas Kevin dengan pelan. Dan bicara soal status lagi, harusnya tadi Flave bilang kalau ia sedang berstatus HTS alias—kau tahu sendirilah. Ah, tapi konyol juga kalau Flave bilang begitu. Bisa-bisa ia diteror oleh teman-temannya yang ada disini. Haha.. Bercanda kok. “Musim panas tidak pernah sebagus ini, lho, menurutku. Kalau kau sendiri?” kini Flave membalikkan pertanyaan itu kepada Kevin. Yeah, siapa tahu kalau musim panasnya juga sama seperti Flave. Tidak pernah sebagus hari ini.
Ah, ada lagi yang datang. Kali ini Stanley—oke oke, panggilannya Stan kan?—yang datang. Menanyakan tentang reuni. Yay, kira-kira ada berapa orang lagi yang akan menanyakan hal seperti itu? Tapi, Cheezy duluan yang menjawab. “Yap, Stan. Reuni kecil-kecilan dan bukan akal-akalan Lulu—oh ya, kalau kalian mau—kenapa kita tidak merayakan reuni lagi di kastil? Ada yang keberatan?” kini Flave malah asal bicara. Tapi ide yang bagus juga sih—ya karena kau tahu sendiri kan kalau tahun ini adalah tahun terakhir Flave dan teman-teman seangkatannya di Hogwarts. Dan Flave akan selalu kangen pada mereka semua, tanpa terkecuali—mungkin. Dan ada satu orang lagi yang datang ke kerumunan anak-anak kelas tujuh ini—Yusuke Sawada. Yang ia kenal—umm, kalau tidak salah waktu itu ada Flave, Yusuke, Andrea, Rei, Arc, dan Todd—dan seingatnya ada orang lain yang juga ikut dalam insiden itu—waktu di penginapan—ada Boggart dikamar Todd.
Yap, mulai ada lagi ingatan masa lalu yang kini melayang-layang diotak Flave. “Terlalu langka dan terlalu sulit untuk dilupakan tentunya, Yusuke. Flavarel Montez, Hufflepuff tahun ketujuh. Apa perlu aku menyebutkan statusku tadi? Haha..” Yeah, meskipun tadi Yusuke bilang kalau ia tidak bisa mengingat mereka semua, mungkin ia bakal ingat dengan nama Flave. Kau tahu sendiri kan kalau mendiang Nano juga masuk Gryffindor? Kemudian Ann membalas sapaannya tadi. “Ah entahlah. Mungkin kita berdua memang jarang kelihatan sekarang. Haha..” katanya sambil mengedipkan matanya. Dan barusan dia menawarkan keripik ya? “Kebetulan ada makanan. Boleh minta yah?” sama semangatnya dengan Aurora—mengambil beberapa keripik dan langsung memasukkannya kedalam mulut. “Emm—yeah, kau sakit, Ann?” ujarnya sama simpatinya dengan Aurora.
“Ngomong-ngomong nih, Aurora. Kenapa kau tak langsung Accio saja Azrael. Siapa tahu dia sedang menganggur menunggumu datang padanya,” ujarnya pada Aurora dengan mengedipkan sebelah matanya. Ahaha.. Siapa tahu sih Azrael sudah menunggu Aurora daritadi. Terkadang, Flave suka manyun sendiri melihat teman seangkatannya sudah memiliki pacar—contoh saja Aurora dengan Azzie juga Lulu dengan Stan. Bahkan katanya Cheezta sudah jadian—atau tunangan sih?—dengan Ardith ya? Iya, tahu kan laki-laki yang sukses membuat Flave sedikit geram dengan kelakuannya di kelompok ramuan—yang menulis laporan yang benar-benar melenceng itu lho. Ahaha.. Toh ia sudah melupakannya.
Bahkan seorang Leoma Leicester pun tidak pernah Flave anggap sebagai pacar. Ralat—mantan pacar.