as written on; Tuesday, April 28, 2009
12:58 AM | 0 comments
Be Mine Forever — 1
Plot again—bersama Chajar =)) Dan untuk kesekian kalinya, gw menjadi thread starter di thread yang bersetting di The Windmill Tea Company ini. Eh, tapi serius loh tempat ini ada di Inggris. Tadinya, pengen settingnya di Starbucks =)) Oh, well, jadi kebanyakan ngomong yang engga-engga disini. Pokoknya tunggu deh sampe inti ceritanya—nanti barangkali—nongol *kedip-kedip*
Kesampingkan sejenak semua hal yang mungkin terjadi di Kementrian Sihir—terlebih lagi divisinya sedang mengalami kesibukkan luar biasa—dan beri waktu untuk Flave beristirahat.
Yeah, istirahat. Lepaskan semua penat yang memenuhi seluruh syaraf otakmu dan nikmati udara segar diluar sana—meskipun kau sendiri tahu kalau jalanan London kini agak sedikit tercemar oleh polusi udara yang diakibatkan kendaraan-kendaraan bermotor. Uh oh, dan sejak kapan kau menjadi pengamat lingkungan—Flavarel Allesha Montez? Barangkali sejak dirinya lulus dari Hogwarts—yang menurutnya udaranya cukup bersih—dan kini harus menghadapi banyak waktunya di Kementrian dan dunia Muggle, jadi ia banyak-banyak membandingkan dunia Muggle dengan dunia sihir sana—yang sebetulnya keadaannya sedang sangat terancam dengan adanya You-Know-Who. Ah sudahlah, yang seperti itu jangan dibahas lagi. Kau tahu sendiri kan kalau Flave ingin bersantai sejenak?
Ngomong-ngomong, akhir musim dingin seperti ini kenapa cuacanya agak tidak mendukung ya? Oh, dear, lama-lama kau dipindahkan juga ke Divisi Cuaca. Well, sebenarnya bagaimana Flave tidak bisa mengalihkan pandangannya ke jalanan Crimscott yang agak mulai sepi. Terlihat dari iris cokelatnya, hanya ada satu mobil yang melintas di jalan itu dan kemudian beberapa pejalan kaki. Kedua tangannya berusaha kembali merapatkan jaket tebal warna hitamnya dan merapikan rambutnya yang kini malah agak sedikit lurus. Hmm.. Padahal sewaktu kemarin rambutnya masih biasa saja, tuh, bergelombang dan agak berantakan. Oh, jangan bilang kalau kemarin-kemarin ia sempat memakeover dirinya agar terlihat lebih feminin.
Flave itu—semi-tomboy.
Ia tidak pernah suka make-up sebetulnya. Pantas saja kalau wajahnya bahkan tidak terlalu kotor. Hanya saja mungkin karena pernikahan Potter dan Evans dua tahun—atau tiga sih?—lalu yang mengharuskan ia memakai make-up—tipis, by the way, bayangkan Flave datang dengan dandanan menor dia bakal ditertawai seharian. Hmm.. Ngomong-ngomong soal itu, ia jadi keingatan Sang-hee. Bukannya apa-apa. Kakaknya yang super bawel minta ampun itu katanya mulai naksir Sang-hee. Tapi entahlah bagi perempuan Korea itu sendiri. Dan sekarangpun, kakaknya sedang berjalan-jalan lagi keliling dunia. Tujuannya? Mencari pacar. Gila kan? Sangat.
Bahkan selain itu sebetulnya ia sangat tidak suka memakai perhiasan.
Lah loh, kenapa juga ia masih memakai kalung pemberian entah-dari-siapa itu?
Entahlah, aku suka saja dengan kalung ini.
The Windmill Tea Company, bukan perusahaan teh sih sebetulnya, hanya sebuah kedai teh bernuansa klasik yang sering dikunjungi oleh Mom akhir-akhir ini. Katanya sih, Earl Grey Tea-nya lumayan enak. Ah, coba sajalah. Ia langsung mengambil kursi yang sudah disediakan di luar kedai. Sepertinya asik menikmati teh diluar ketimbang didalam.
Entah kenapa sepertinya ia mendengar suara langkah kaki mendekat padanya. Hanya perasaan atau.. Apa?
Kesampingkan sejenak semua hal yang mungkin terjadi di Kementrian Sihir—terlebih lagi divisinya sedang mengalami kesibukkan luar biasa—dan beri waktu untuk Flave beristirahat.
Yeah, istirahat. Lepaskan semua penat yang memenuhi seluruh syaraf otakmu dan nikmati udara segar diluar sana—meskipun kau sendiri tahu kalau jalanan London kini agak sedikit tercemar oleh polusi udara yang diakibatkan kendaraan-kendaraan bermotor. Uh oh, dan sejak kapan kau menjadi pengamat lingkungan—Flavarel Allesha Montez? Barangkali sejak dirinya lulus dari Hogwarts—yang menurutnya udaranya cukup bersih—dan kini harus menghadapi banyak waktunya di Kementrian dan dunia Muggle, jadi ia banyak-banyak membandingkan dunia Muggle dengan dunia sihir sana—yang sebetulnya keadaannya sedang sangat terancam dengan adanya You-Know-Who. Ah sudahlah, yang seperti itu jangan dibahas lagi. Kau tahu sendiri kan kalau Flave ingin bersantai sejenak?
Ngomong-ngomong, akhir musim dingin seperti ini kenapa cuacanya agak tidak mendukung ya? Oh, dear, lama-lama kau dipindahkan juga ke Divisi Cuaca. Well, sebenarnya bagaimana Flave tidak bisa mengalihkan pandangannya ke jalanan Crimscott yang agak mulai sepi. Terlihat dari iris cokelatnya, hanya ada satu mobil yang melintas di jalan itu dan kemudian beberapa pejalan kaki. Kedua tangannya berusaha kembali merapatkan jaket tebal warna hitamnya dan merapikan rambutnya yang kini malah agak sedikit lurus. Hmm.. Padahal sewaktu kemarin rambutnya masih biasa saja, tuh, bergelombang dan agak berantakan. Oh, jangan bilang kalau kemarin-kemarin ia sempat memakeover dirinya agar terlihat lebih feminin.
Flave itu—semi-tomboy.
Ia tidak pernah suka make-up sebetulnya. Pantas saja kalau wajahnya bahkan tidak terlalu kotor. Hanya saja mungkin karena pernikahan Potter dan Evans dua tahun—atau tiga sih?—lalu yang mengharuskan ia memakai make-up—tipis, by the way, bayangkan Flave datang dengan dandanan menor dia bakal ditertawai seharian. Hmm.. Ngomong-ngomong soal itu, ia jadi keingatan Sang-hee. Bukannya apa-apa. Kakaknya yang super bawel minta ampun itu katanya mulai naksir Sang-hee. Tapi entahlah bagi perempuan Korea itu sendiri. Dan sekarangpun, kakaknya sedang berjalan-jalan lagi keliling dunia. Tujuannya? Mencari pacar. Gila kan? Sangat.
Bahkan selain itu sebetulnya ia sangat tidak suka memakai perhiasan.
Lah loh, kenapa juga ia masih memakai kalung pemberian entah-dari-siapa itu?
Entahlah, aku suka saja dengan kalung ini.
The Windmill Tea Company, bukan perusahaan teh sih sebetulnya, hanya sebuah kedai teh bernuansa klasik yang sering dikunjungi oleh Mom akhir-akhir ini. Katanya sih, Earl Grey Tea-nya lumayan enak. Ah, coba sajalah. Ia langsung mengambil kursi yang sudah disediakan di luar kedai. Sepertinya asik menikmati teh diluar ketimbang didalam.
Entah kenapa sepertinya ia mendengar suara langkah kaki mendekat padanya. Hanya perasaan atau.. Apa?
Labels: flave, graduated from hogwarts, kevin, plot