as written on; Thursday, April 30, 2009

8:32 PM | 0 comments

Be Mine Forever — 3

Blushing. Kau bisa lihat dari tingkah lakunya yang kini mulai salah tingkah—beginilah kalau habis dikerjai, sobat—dan pipinya yang jelas-jelas terlihat merah semu. Terlebih kalau kau dikerjai dengan seseorang yang kau.. sayangi, mungkin? Umm—patut dipertanyakan—status mereka apa sih sebetulnya?

Entahlah.

Dan ngomong-ngomong soal pasangan tadi, tinggal beberapa langkah lagi mereka akan berpapasan dengan Flave dan Kevin. Pandangannya sedikit teralih saat pasangan tersebut melangkah melintasi mereka. Mesra. Sangat terlihat dari gesture tubuh mereka. Sebelah tangan sang lelaki yang menggamit pinggang sang perempuan yang ramping. Selayaknya Adam dan Hawa, siapa yang tidak tahu kisah cinta mereka sih? Turun dari langit untuk memberi cinta di tempatnya berpijak saat ini. How sweet. Rasa yang tak terkalahkan oleh waktu itu dirasakan oleh pasangan tersebut. Oh—kau tahu apa? Flave merasa pasangan itu tengah melirik mereka, ketahuan dari mata biru laut sang Adam yang memicing kearahnya—seorang gadis latin bersama seorang lelaki bernama Kevin Winchester—dan menyeringai manis. Seolah sang lelaki itu menyembunyikan sesuatu dari Flave.

Tanpa sadar, pipinya memerah lagi melihat pasangan tersebut—pandangannya kini teralih pada Kevin, yang mulai..menggombal lagi. Pipinya merasakan sesuatu yang agak dingin ketika lelaki itu mulai membelai lembut pipinya. Aura musim dingin, barangkali. "Dan lihat wajahmu sekarang," —kedua bola matanya menatap teduh sang Adam yang kini tengah berada dihadapannya— "kau seperti tukang rayu sejati, kalau kau mau tahu," tangannya langsung, dengan isengnya, menggelitik pinggangnya. Oh well, biarkan suasana disini bertambah hangat, tanpa memperdulikan seluruh eksistensi yang mengelilinginya kali ini.

—I wanted more than just an ordinary life
All of my dreams seemed like castle in the sky

"Humm—mungkin aku akan kedalam," —ia melepaskan tangannya dari sang patung bergerak itu (okay, itu bercanda)— "kau juga mau mungkin?" senyumannya menipis. Pandangannya beralih kepada pasangan yang baru beberapa langkah dari mereka. Lima langkah mungkin. Ah, bukannya apa-apa, hanya saja—apakah mereka sengaja menguntit Flave sedari tadi? Entahlah. Namun, sekejap ia hanya melihat seberkas cahaya—menghilang? Bagaimana bisa? Entahlah—untuk kedua kalinya. Matanya kembali memandang bola abu milik lelaki itu. Lelaki yang bisa dibilang—sahabat atau apa? Jujur, ia masih bingung dengan status mereka yang.. kurang jelas, bisa dibilang. Janjinya saat natal kemarin pada dirinya sendiri, ia harus bicara hanya empat mata dengan Kevin. "Boleh kutanya sesuatu?" matanya mengerjap pelan ketika ia bertanya.

—In my heart I still believe
We were meant to be
Together so whatever it takes

Ragu. "Err—nanti saja. Mau pesan sesuatu tidak?" Ragu baginya menanyakan hal ini. Dan berkasan cahaya itu melenyap tanpa bekas. Ia tahu itu—ekor matanya tak bisa lepas dari pemandangan aneh itu.


OoC: Credit to 'Before Your Love' by Kelly Clarkson, and also 'Baby Come Back To Me' by Vanessa Hudgens.

Labels: , , ,

flavarel montéz's theme song


introduction

Flavarel Allesha Montéz
— Hufflepuff, 1980 Magic Training Center Student —
Madrid, October 19th, 1961. 19 years old
Halfblood, AB blood type. 178 cm / 58 kg
Hufflepuff-ish, loves her necklaces, hates darkness
| Visualization: Vanessa Anne Hudgens |


disclaimer
semua yang ditulis disini hanyalah sebagai pengembang dari chara flavarel montez yang dimainkan di indohogwarts.
hanya fiktif belaka dan tidak akan ada eksistensinya di dunia nyata.
kalaupun memiliki kesamaan nama, tempat, dan lain-lainnya, itu semua hanya kebetulan.

links
the other blog in-chara
aneela stefania davidson
duske, janette, and diaconu
haruhi kumayuki
inez allegria hameline
mizuhime winterfield
nathan k. harvarth
rigel du noir
satoshi takayama
steinhart and gladstone
yuka ueda
yusuke sawada
the rpg forum
indohogwarts
the puppet mistress
dhilla's blog
the designer
designer's portfolio

archives