as written on; Friday, April 3, 2009

6:09 PM | 0 comments

One Lifetime [Plot Terputus] – 1

Pertama, makasih banget buat Chajar yang udah gw ajakin ngeplot. Nah, kenapa disebut plot terputus? Soalnya plot ini belom selesai banget. Jadi, yeah, ceritanya ini Flave sama Kevin jadi mulai agak lumayan deketan lah. Ah bingung gw. Baca ajah..



A gentle word like a spark of light illuminates my soul...
And as each sound goes deeper...
It's you, which makes me whole...

Wear this—if you like it. Meet me; just walk alone and slowly on this afternoon. Just follow what your heart saying, and you’ll know where I am.

Just—someone


Emm.. Ingatkah kau terakhir kali mendapat surat yang dikirim lewat burung hantu, Flave? Mungkin beberapa tahun yang lalu dan Flave lupa isi dari surat tersebut. Paling hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun dari Mom atau siapapun. Dan tanpa hadiah. Tidak apa-apa sih sebenarnya, hanya saja.. Ah, untuk apa dibahas? Apa karena kalung yang dipakai oleh si burung hantu yang mengantar surat padanya itu diperuntukkan padanya? Yeah, for your information.. Flave sendiri tidak menyangka kalau ia akan diberikan sesuatu yang sangat mengejutkan. Bukan karena kalungnya yang sangat cantik, tetapi pengirimnya. Jadi Flave sekarang ini tanpa disadari memiliki seorang stalker atau si burung hantu yang salah kirim? Oh well, Flave dear. Jangan memikirkan hal yang buruk dulu.

Sekarang Flave sudah berada diluar kastil. Puas kau sekarang, eh? Ia dengan nekat tidak merapatkan jubahnya, meskipun udara sedang dingin-dinginnya. Salju memang tidak turun hari ini, kawan. Tapi siapa sangka kalau dimana-mana sudah tertutup oleh tumpukan benda putih cantik yang bentuknya mirip kapas itu dan bisa dijadikan boneka itu? Bahkan Flave sendiri juga tidak menyangka. Memangnya tadi malam ada salju turun? Kenapa tidak melihatnya keluar jendela? Oh ya, jawabannya mungkin cukup jelas. Asrama Hufflepuff berada di ruang bawah tanah yang minim cahaya dan tidak ada jendela—sepertinya—dan jam malam. Yang boleh berkeliaran hanya prefek dan beberapa guru saja barangkali. Sembari mengayunkan langkah kakinya sesuai keinginan hati—hei, memang seperti itu kan yang dia minta dalam suratnya?—Flave mengeluarkan kalung tadi.

Dengan suksesnya, lehernya kini makin terlihat cantik dengan kalung tersebut. Cantik. Bagaikan malaikat turun dari langit—kata-kata gombal dari Elel, sebenarnya. Dan kakinya kini berhenti mengayun. Well, sebenarnya tidak ada yang spesial dari tempat ini. Memangnya kapan sih terakhir kali ia kesini? Sebut saja Flave pelupa, karena ia sekarang memang lupa. Apakah si just-someone ada disini sekarang? Entahlah, mungkin tak ada yang tahu. Kemudian, matanya menangkap sosok yang mungkin sangat tidak asing baginya. Seseorang yang mulai dekat dengannya akhir-akhir ini. Tapi.. Eh, anginnya memang sedikit dingin disini. Mau menyapanya, eh, Flave dear? “Disitu”—baiklah, sejujurnya Flave sedikit ragu dengan sosok tersebut—“kau, Kevin?”

Labels: , , ,

flavarel montéz's theme song


introduction

Flavarel Allesha Montéz
— Hufflepuff, 1980 Magic Training Center Student —
Madrid, October 19th, 1961. 19 years old
Halfblood, AB blood type. 178 cm / 58 kg
Hufflepuff-ish, loves her necklaces, hates darkness
| Visualization: Vanessa Anne Hudgens |


disclaimer
semua yang ditulis disini hanyalah sebagai pengembang dari chara flavarel montez yang dimainkan di indohogwarts.
hanya fiktif belaka dan tidak akan ada eksistensinya di dunia nyata.
kalaupun memiliki kesamaan nama, tempat, dan lain-lainnya, itu semua hanya kebetulan.

links
the other blog in-chara
aneela stefania davidson
duske, janette, and diaconu
haruhi kumayuki
inez allegria hameline
mizuhime winterfield
nathan k. harvarth
rigel du noir
satoshi takayama
steinhart and gladstone
yuka ueda
yusuke sawada
the rpg forum
indohogwarts
the puppet mistress
dhilla's blog
the designer
designer's portfolio

archives